Cara Membersihkan Jamur Aquarium Sendiri

Keberadaan ikan hias berwarna-warni tentu dapat menyegarkan mata. Tidak heran jika banyak orang yang kemudian memasang akuarium di dalam rumahnya. Tidak sulit, tetapi membutuhkan pemeliharaan yang telaten dan rutin. Apalagi akuarium mudah sekali untuk ditumbuhi jamur, lumut, dan kerak sehingga Anda wajib tahu cara membersihkan jamur aquarium agar ikan tetap memiliki ekosistem yang sehat.

 

Memelihara ikan hias memang menjadi hobi bagi beberapa orang. Selain ekosistem, hal yang sering jadi perhatian adalah bagian kacanya. Seringkali ditemukan jamur, lumut, dan bercak kotoran lain yang menempel bahkan mengerak. Hal tersebut bisa terjadi karena memang banyak mineral yang ada di dalam airnya yang berasal dari sisa-sisa makanan dan kotoran ikan. Ada beberapa solusi untuk mengatasi kaca yang mengerak dan berjamur seperti berikut.

 

  • Cara Menghilangkan Jamur di Aquarium

  1. Cairan pembersih

Langkah yang paling ampuh sebagai cara membersihkan jamur aquarium dan kerak yang menempel di kaca akuarium adalah dengan cairan pembersih khusus. Cairan pembersih untuk akuarium cukup mudah ditemukan di toko-toko akuarium dengan harga yang bervariasi. Siapkan terlebih dulu peralatan yang dibutuhkan seperti lap, kuas bekas, spons, kain, sikat gigi, dan cairan pembersih. Ambil benda-benda yang ada di dalam akuarium seperti aksesoris. Siram bagian kacanya menggunakan air dan kemudian diolesi dengan cairan pembersih menggunakan kuas. Tunggu sekitar satu menit hingga kerak dan kotoran terangkat. Selanjutnya sikat menggunakan spons atau sikat gigi ke seluruh bagiannya dan terakhir bilas dengan air dingin atau air hangat.

  1. Cuka

Air di dalam akuarium banyak mengandung mineral termasuk sisa makanan dan dari kotoran ikan. Mineral tersebut dapat menempel di bagian kaca dan semakin lama terlihat seperti bercak putih dan mengerak. Tempat yang dipenuhi air ini juga rentan ditumbuhi jamur dan berbagai kotoran lainnya. cara membersihkan jamur aquarium dan kotoran di bagian dalam dapat menggunakan air cuka. Penggunaannya cukup mudah yaitu dengan menggunakan campuran air hangat dan air cuka. Siapkan terlebih dulu air hangat, air cuka, spons, dan lap kering. Kosongkan akuarium agar lebih mudah untuk dibersihkan. Siram terlebih dulu menggunakan air biasa dan kemudian bisa disikat menggunakan campuran air hangat dan air cuka. Gunakan spons untuk menggosok ke seluruh bagian termasuk di bagian-bagian pojok. Setelah kotoran dan jamur tidak lagi terangkat, siram dengan air hingga bersih. Keringkan dengan menggunakan lap bersih.

  1. Pasta gigi

Cara murah untuk menghilangkan kotoran dan jamur di dalam akuarium adalah dengan memanfaatkan pasta gigi atau odol. Cukup sediakan peralatan tambahan yakni sikat gigi dan lap lembut. Siram bagian kaca dengan air sampai bersih. Kaca kemudian diolesi dengan menggunakan pasta gigi secukupnya dan di semua sisi. Gosok menggunakan sikat gigi atau spon dengan merata. Biarkan sekitar 15-30 menit agar pasta gigi dapat lebih menyerap kotoran. Selanjutnya bisa disiram dengan air bersih dan jika perlu gunakan spon untuk bagian pojokan.

  1. Sitrun

Penggunaan sitrun ini sangat efektif untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel pada kaca sehingga sering digunakan sebagai cara membersihkan jamur aquarium. Peralatan yang dibutuhkan pun sangat sederhana, cukup dengan sitrun, sikat, dan air bersih. Sebelumnya kosongkan terlebih dahulu, setelah itu siram dengan air biasa untuk menghilangkan sisa air kotor. Siram sitrun dan sikat-sikat sampai bersih. Terakhir adalah siram dengan air bersih dan lebih baik lagi jika menggunakan air hangat. Langkah ini bisa diulang-ulang apabila masih ada noda atau kerak yang terlihat.

 

  • Cara Membuat Hiasan/Ekosistem Aquarium

  1. Cara pembuatan tebing akuarium

Membuat tebing buatan untuk aksesoris dapat dilakukan dengan beberapa peralatan. Langkah pertama adalah membuat mal dari bahan triplek untuk dasar dan kayu reng untuk tepian. Gunakan kawat untuk dudukan agar lebih kokoh dalam menahan beban. Buat adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1:1, jangan lupa untuk diayak dulu pasirnya sebelum dicampur semen. Adonan semen dan pasir ini yang menjadi bahan dasar untuk struktur tebing buatan. Cetak untuk membuat dudukan dan biarkan adonan semen benar-benar kering sekitar dua hari.

  1. Cara bikin oksigen aquarium

Aerator tanpa listrik dapat dibuat dengan beberapa bahan yang sederhana. Siapkan saja botol plastik besar, knop udara, dan batu udara. Bersihkan terlebih dulu botol plastik yang sudah disiapkan dan tunggu hingga kering. Pasang knop udara di bagian atas atau di tempat biasanya terletak tutup botol. Pasang selang air di bagian moncong knop udara yang sudah di botol. Pasang batu udara pada bagian ujung selang yang dimasukan ke dalam akuarium. Pompa bagian knop sekitar 6-7 kali dan oksigen buatan bisa dihasilkan. Besarnya oksigen yang dibuat tergantung dari volume botol dan juga ukuran selang tempat udara keluar.

  1. Cara ganti filter aquarium

Filter akuarium sangat penting untung menjaga kondisi air tetap bersih. Apabila air kotor, keruh, dan berbau amis, maka ikan akan enggan untuk makan dan akibatnya banyak yang akan mati kelaparan. Mengganti filter sebaiknya dilakukan dengan rutin dan berkala. Umumnya penggantian filter dilakukan dengan mengganti kapas saja. Filter akuarium sebenarnya dapat dibuat sendiri dengan menyiapkan bahan-bahan seperti botol plastik ukuran 2 liter dan 1 liter, pipa pralon, lem pralon, filter standar, keramik ring, pasir silica kasar, japmat, arang aktif, batu putih, kapas filter, dan biobal bulat. Filter dari bahan-bahan tersebut akan lebih maksimal dalam menyaring dan menjaga kebersihan air dibandingkan dengan filter standar.

  1. Cara memasang water pump aquarium

Pompa air atau water pump mini dapat digunakan untuk keperluan akuarium. Membuatnya pun cukup mudah dan ekonomis. Cukup dengan mengumpulkan bahan-bahan yang terdiri dari dua buah tutup botol plastik, selang kecil, kabel tembaga, solder dan cutter, lem tembak, dinamo 3-6 volt, plastik bekas sim card, serta catu daya 3-6 volt. Lubangi bagian tengah tutup botol dan kemudian pilih salah satu untuk dilubangi pinggirannya. Patahkan plastik bekas sim card yang panjang dan bengkokan sesuai ukuran tutup botol. Potong kabel tembaga secukupnya untuk bagian tengah atau tiang baling-baling. Beri lem pada pinggiran kabel dan lekatkan dengan plastik sim card yang sudah membentuk L. Satu kabel ditempeli dengan dua plastik sim card bentuk L sehingga membentuk baling-baling.

Memasang dinamo pada tutup botol yang pinggirannya berlubang menggunakan lem. Masukan baling-baling ke tutup botol dan lem agar menempel. Satukan tutup botol yang memiliki dinamo dan tutup botol baling-baling. Siapkan selang dan potong secukupnya untuk kemudian disatukan ke lubang yang ada di pinggiran tutup botol.

 

  • Cara Perawatan Aquarium

Tak hanya mengetahui cara membersihkan jamur aquarium saja, Anda pun perlu tahu beberapa tips perawatan aquarium yang benar.

  1. Cara agar air aquarium tetap jernih

Inti dari merawat akuarium adalah telaten, mulai dari memberi pakan ikan dan membersihkan airnya. Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar air tetap jernih. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah mempelajari pola makan ikan di akuarium. Pilih takaran pakan yang tepat dan berikan sesuai waktu yang tepat. Pahami kapan ikan lapar agar pakan tidak terbuang dan mengotori air. Gunakan filter untuk menyaring air kotor dan menjaga kejernihan air.

angan lupa untuk mengganti spons penahan kotoran dengan rutin dan ganti airnya juga setiap beberapa hari sekali. Jika perlu, gunakan arang untuk merawat air agar tetap jernih. Pelihara ikan pemakan alga atau algae eater untuk membersihkan air dengan alami dari kotoran dan sisa makanan ikan.

  1. Cara tambal aquarium bocor

Memperbaiki akuarium bocor sendiri dapat dilakukan dengan menyiapkan beberapa bahan seperti kaca, lem kaca, dan alat pemotong kaca. Kosongkan akuarium dari isinya, termasuk ikan dan aksesoris ekosistem akuarium. Pilih lokasi yang nyaman dan usahakan terang dengan sinar matahari dan udara yang cukup. Siapkan kaca untuk menambal bagian yang bocor. Ukur seberapa besar bagian yang bocor yang sesuaikan dengan kaca yang sudah disiapkan. Potong kaca dengan alat pemotong sesuai ukuran yang tepat. Gunakan lem kaca untuk dioleskan pada tepian potongan kaca untuk menambal. Tempel kaca pada bagian yang bocor dan pastikan tidak ada celah atau bagian yang bisa menjadi tempat rembesan air. Tunggu dan biarkan lem kering dengan sendirinya.

  1. Cara agar air aquarium tidak bau

Menjaga air akuarium agar tidak bau amis dapat dilakukan dengan langkah praktis. Tips untuk menjaga agar tidak bau adalah dengan mencuci kain filter setiap hari. Hal tersebut dapat membantu air di akuarium tetap bersih dan tidak bau amis. Perhatikan juga kondisi air yang keluar dari selang filter dan pastikan airnya mengalir lancar. Perlu diingat juga bahwa selang filter dapat berubah kotor setelah 5-6 hari. Gunakan aksesoris secukupnya sehingga tidak memberikan ruang untuk kotoran terselip. Penggunaan arang aktif juga terbukti efektif untuk mengatasi bau tidak sedap karena kotoran yang ada di dalam air. Banyak toko akuarium yang menyediakan arang. Namun sebelum dimasukan ke dalam akuarium, sebaiknya arang sudah dicuci terlebih dahulu.

  1. Cara agar aquarium tidak berlumut

Pertumbuhan lumut di dalam air sebenarnya tidak bisa dihentikan, tetapi bisa dikendalikan agar tidak terlalu cepat. Beberapa tips yang bisa diaplikasikan agar lumut tidak cepat tumbuh salah satunya adalah dengan tidak overfeeding. Hindari memberi pakan ikan terlalu banyak karena pakan ikan mengandung nutrisi yang memicu pertumbuhan lumut. Frekuensi untuk memberi pakan sebaiknya 2-3 kali sehari.

Perhatikan penggunaan lampu karena lampu dapat menjadi sumber fotosintesis bagi lumut. Perhatikan untuk menyalakan dan mematikan lampu di waktu yang tepat. Untuk mencegah lumut tumbuh subur, sebaiknya hanya menggunakan lampu sekitar 6 hingga 8 jam per hari. Selain lampu, perhatikan juga waktu untuk penggantian air. Penggantian air bertujuan untuk membuang kelebihan nutrisi di dalam air akuarium. Disarankan untuk mengganti air setiap satu minggu sekali agar kotoran tidak terlalu lama mengendap dan membuat lumut tumbuh subur.

Tips untuk menghambat lumut terlalu banyak adalah dengan menanam tanaman air dan memelihara alga-eater fish. Tanaman air tidak hanya memberikan tambahan oksigen di dalam akuarium, tetapi juga dapat membantu menghambat pertumbuhan lumut. Sementara untuk ikan alga-eater sangat efektif untuk mengendalikan lumut. Ikan ini memiliki selera makan yang tinggi pada lumut. Namun perlu diperhatikan untuk memilih ikan yang tepat karena tidak semua alga-eater fish suka untuk memakan lumut.

 

  • Cara Menyiapkan Aquarium untuk Pemula

Akuarium dapat menjadi elemen natural yang menghadirkan suasana nyaman di dalam rumah. Namun tidak semua orang berhasil mewujudkan akuarium karena berbagai masalah yang dapat muncul seperti ikan mati dan akuarium yang kotor atau cepat berlumut. Untuk menyiapkan akuarium bagi pemula sebaiknya simak tips berikut.

  1. Persiapkan alat yang dibutuhkan

Pada saat akan memasang akuarium, terlebih dulu persiapkan alat-alat yang dibutuhkan. Beberapa alat yang diperlukan antara lain adalah aerator, lampu, penghangat air khusus untuk akuarium di ruang AC, filter penyaring air, dan termometer jika perlu.

  1. Memilih lokasi yang tepat

Pilih lokasi yang mudah untuk nantinya merawat dan membersihkan akuarium. Perhatikan juga akses untuk dapat menambah dan membuang air saat pengurasan. Penting juga untuk memperhatikan posisi yang estetis sehingga akuarium dapat mempercantik ruangan.

  1. Memberikan alas akuarium

Alas diperlukan bagi yang ingin menanam vegetasi air. Fungsi dari alas ini adalah untuk bakteri berkembang biak dan membantu membunuh racun di dalam air. Air pun akan sehat untuk tempat hidup ikan-ikan hias.

  1. Dekorasi

Bagian ini tidak boleh terlewatkan, dekorasi atau aksesoris ekosistem. Pernak-pernik seperti batu-batuan kecil,  tanaman plastik, dan dekorasi untuk ikan bermain. Jika perlu, gunakan tanaman air hidup sebagai dekorasi. Selain untuk keindahan, tanaman air juga bisa memberi tambahan oksigen di akuarium. Namun penggunaan tanaman air ini perlu diperhatikan dengan baik karena membutuhkan perawatan lebih.

  1. Memasang instalasi akuarium

Setelah semua dekorasi atau aksesori terpasang sempurna, saatnya untuk memasang instalasi atau peralatan penunjang seperti filter air, lampu, dan aerator oksigen. Sebelum memasang peralatan, perhatikan untuk mengikuti petunjuk pemasangan agar dapat bekerja dengan benar dan tidak terjadi korsleting listrik.

  1. Memasukkan air

Setelah akuarium siap, maka selanjutnya adalah memasukan air. Perhatikan untuk memasukan air dengan perlahan supaya dekorasi di dalamnya tidak rusak. Setelah penuh, aktifkan semua peralatan dan biarkan beberapa saat. Tunggu agar air di dalamnya tersaring dan racun pada air hilang. Jika perlu, tambahkan beberapa tetes obat untuk mensterilkan pH air agar cocok untuk ikan.

  1. Memasukkan ikan

Akuarium yang sudah dibiarkan semalaman selanjutnya dapat diisi dengan berbagai ikan hias. Masukan dengan perlahan agar ikan tidak stres dan jangan langsung diberi pakan. Biarkan ikan beradaptasi dan menyesuaikan dengan lingkungan barunya.

 

  • Model Aquarium yang Populer

Model akuarium hias sangat beragam dengan hiasan dan harga yang bermacam-macam. Model yang cukup unik adalah akuarium mini atau kecil. Model ini cocok untuk ditempatkan di ruang kerja atau ruangan yang sempit. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang kotak biasa, setengah lingkaran, hingga berbentuk tabung.

Model yang paling populer hingga saat ini adalah model sederhana. Bentuknya memanjang dengan ukuran yang cukup besar dan dapat menampung banyak ikan. Pada beberapa waktu belakang muncul lagi tren akuarium dinding. Model ini hampir sama seperti pada umumnya, tetapi dipasang di dinding. Sedikit berbeda dengan yang biasa, untuk model yang dipasang di dinding bisa dilihat di dua ruang yang berbeda. Jadi bisa digunakan jug untuk sekat. Lokasi yang bisa dipilih untuk model akuarium dinding ini bisa di ruang keluarga, di dapur, di dekat taman, atau bahkan di ruang kamar mandi.

Itulah beberapa ulasan mengenai model akuarium, pemasangan, dan juga perawatannya yang dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *