Cara Membersihkan Keramik, Bak Fiber, Gorden, Wastafel Kamar Mandi Agar Putih, Kinclong dan Bersih

Membersihkan WC di rumah sebaiknya dilakukan empat hari sekali, atau minimal seminggu sekali. Sisa-sisa air yang ada di WC akan dapat menimbulkan noda serta mengganggu pemandangan. Bahkan, lantai yang jarang dibersihkan akan bisa menjadi licin dan membahayakan pengguna. Daerah yang lembab di WC akan jadi tempat tumbuhnya bakteri. Inilah mengapa WC harus dibersihkan secara rutin. Pembersihan WC sendiri harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lantai, dinding, wastafel, kloset hingga pintu dan kerai shower apabila kita menggunakan bathtub. Berikut adalah penjelasan lengkap cara membersihkan kamar mandi agar senantiasa kinclong.

Cara Membersihkan Kamar Mandi

1. Dinding Keramik (Noda Yang Menghitam, Menguning)

Kerak kapur biasanya akan ditemukan muncul di keramik lantai WC. Namun, bisa juga kerak ini ditemukan di dinding keramik. Kerak akan membuat dinding terlihat kusam serta meningkatkan perkembangbiakan kuman. Cara-cara pembersihan keramik dinding berikut akan membuat dinding WC senantiasa bersih.

  1. Siapkan terlebih dahulu semua alat serta bahan yang dibutuhkan.
  2. Lakukan beberapa langkah keselamatan terlebih dahulu, terutama apabila kita menggunakan bahan kimia yang cukup keras dan berpotensi merusak kulit jika terjadi kontak. Gunakan sarung tangan karet serta masker. Selain itu, biarkan pintu serta jendela WC terbuka.
  3. Siram air panas agar pori-pori keramik terbuka
  4. Gunakan cairan pembersih guna menghilangkan kerak
  5. Biarkan beberapa lama agar cairan tersebut mengikis kerak yang ada
  6. Sikat lalu siram lantai menggunakan air hangat
  7. Ulangi lagi sampai semua kerak menghilang

2. Lantai Toilet/Kamar Mandi (Porselen/Keramik/Tegel/Granit)

Lantai toilet seringkali bernoda kerak yang terjadi sebagai akibat dari sisa-sisa sabun, lumut serta jamur yang mengeras di lantai WC. Supaya tidak membahayakan pengguna WC, ikuti langkah-langkah membersihkan kerak lantai kamar mandi di bawah ini:

  1. Keluarkan terlebih dahulu semua barang di lantai WC agar tiap sudutnya tidak terlewat untuk disikat
  2. Larutkan air asam cuka dengan air. Campurkan juga deterjen serta sabun. Siram merata di lantai dan gosok semua bagian lantai sampai bersih. Perhatikan bagian-bagian sekitar lantai toilet karena di sana biasanya ditemukan tumpukan kerak
  3. Jika kerak tidak menghilang, gunakan asam cuka yang tidak dicampur air
  4. Sikat pula saluran pembuangan air agar mengilap dengan menggunakan asam cuka
  5. Setelah selesai, bilas menggunakan air bersih agar zat asam cuka yang masih menempel serta sisa noda kerak di lantai WC bisa larut ke dalam saluran pembuangan

3. Kerak/Noda Toilet (Di Semprotan, Tangki, Dudukan, Tutup Kloset)

Salah satu bagian WC yang kerap diabaikan ialah kloset. Pekerjaan ini dapat dilakukan menggunakan peralatan yang tepat. Kita bisa memilih salah satu dari berbagai produk pembersih kloset yang ada. Selain itu, kita juga akan membutuhkan peralatan lain seperti sikat toilet, spons, sarung tangan karet serta semprotan desinfektan.

  1. Pakai sarung tangan terlebih dahulu, lalu siram kloset
  2. Tuang produk pembersih kloset di pinggiran bagian dalam
  3. Gosok bagian dalam menggunakan sikat toilet. Ikuti petunjuk yang ada di kemasan. Khusus untuk noda yang membandel, tuang cairan dan diamkan beberapa menit sebelum disikat
  4. Siram mangkuk toilet dan ulangi tahap-tahap di atas sampai kita puas dengan hasilnya
  5. Gunakan spons serta semprotan desinfektan guna mengelap pinggiran, tutup, dudukan serta dinding luar kloset. Lap seluruh permukaan menggunakan kain kering bersih
  6. Jangan mencampurkan cairan pembersih kloset dengan karbol.

4. Wastafel

Cara membersihkan kamar mandi tidak akan lepas dari wastafel. Bagian ini termasuk salah satu yang paling mudah dibersihkan serta tidak butuh banyak peralatan. Kita hanya perlu siapkan kain mikrofiber serta pembersih ampuh multifungsi.

  1. Pindahkan terlebih dahulu semua benda di sekitar wastafel atau yang ada di dalam wastafel
  2. Isi wastafel menggunakan air panas agar uapnya bisa membantu melepaskan kotoran yang menempel
  3. Kosongkan wastafel, tuang produk pembersih dan gosok wastafel menyeluruh
  4. Jika ada bau yang hendak dihilangkan, tuang sedikit saja bubuk soda kue, lap lalu bilas
  5. Bilas wastafel menggunakan air lalu lap sampai bersih.

5. Bak (Keramik, Fiber)

Bak atau bathtub baik yang terbuat dari keramik maupun fiber bisa dibersihkan menggunakan produk pembersih multifungsi. Hindari menggunakan bahan yang bersifat asam agar bisa mencegah kerusakan nat.

  1. Gosok bak dengan produk pembersih agar kerak bisa terangkat. Jika WC termasuk WC basah, maka cara ini dapat pula diterapkan di lantai.
  2. Bilas menggunakan air bersih
  3. Jangan lupakan saluran airnya. Jika saluran air tersumbat, gunakan produk khusus atau campuran cuka dan soda kue agar sumbatan bisa dihancurkan.

6. Kran

Agar kran air yang terpasang bisa mengkilap serta berfungsi semestinya, berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan:

  1. Setelah digunakan, keringkan kran menggunakan lap kering. Tujuannya adalah agar sisa-sisa air serta sabun tidak melekat pada permukaan kran
  2. Kran yang kotor bisa digosok menggunakan pembersih khusus stainless steel. Bilas menggunakan air panas lalu lap sampai kering
  3. Kran yang bernoda kapur bisa dibersihkan menggunakan cuka. Ambil kapas dan beberapa tetes cuka, lalu gosokkan kapas pada kran. Biarkan 1 sampai 2 jam agar noda kapur larut, kemudian bilas.
  4. Apabila air di kran kotor, pakai kapas serta selembar plastik bening. Lubangi plastik dan masukkan kapas ke dalamnya. Ikatkan di mulut kran sehingga air yang keluar akan bersih serta bening. Rutinlah mengganti filter buatan ini.
  5. Apabila kran air mampet, lepaskan kepala kran kemudian rendam semalam dalam air cuka. Kotoran yang menyumbat akan keluar, setelah itu bilas dan pasang kembali.

7. Lumut

Pertumbuhan lumut ialah masalah umum yang sering terjadi di permukaan lembab, termasuk lantai WC. Jika tidak segera dibersihkan, lumut ini akan membuat lantai menjadi licin dan membahayakan penggunanya. Alat dan bahan yang bisa digunakan untuk cara membersihkan kamar mandi dari lumut di antaranya adalah air, semprotan, sikat maupun alat gosok yang kuat serta bahan pembersih kimia.

  1. Sebelum menggunakan bahan kimia apapun, kita bisa melakukan pembersihan secara sederhana menggunakan air mendidih. Tuangkan air mendidih di atas lumut lalu gosok menggunakan sikat. Gunakan selang guna membersihkan sisa-sisa kotoran yang ada.
  2. Cara kedua ialah dengan memanfaatkan selang air yang bertenaga tinggi. Cara ini sama efektifnya seperti menggunakan air mendidih, selain itu cukup aman bagi lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia yang berpotensi membahayakan. Semprotkan air dari selang bertenaga tinggi ke arah lumut sampai rontok dan bisa dibilas sampai bersih.
  3. Bahan kimia yang dapat kita gunakan untuk membersihkan lumut di antaranya adalah Ammonium Sulfamate. Kita bisa menemukannya di toko perlengkapan kebun. Bentuknya adalah padatan yang dapat larut di dalam air sehingga kita masih butuh semprotan dalam aplikasinya. Ikuti semua instruksi yang ada di kemasan sebelum menggunakannya. Pastikan kita menggunakan sarung tangan karena zat ini bisa menyebabkan iritasi.
  4. Bahan kimia lainnya yang terbukti dapat membasmi lumut ialah Sodium Pentachlorophenate. Zat ini sendiri cukup berbahaya karena bersifat karsinogen sehingga harus digunakan secara ekstra hati-hati. Campurkan zat dengan air dan oleskan di bagian lantai WC yang berlumut. Selalu gunakan alat pelindung saat menggunakan bahan ini, misalnya sarung tangan karet serta masker. Zat ini juga akan mencegah tumbuhnya lumut dalam beberapa minggu.
  5. Pemutih pakaian dapat pula digunakan untuk membasmi lumut. Campurkan pemutih dengan air, perbandingannya adalah 1:1. Gunakan semprotan untuk mengaplikasikannya di area yang diinginkan, gosok menggunakan sikat lalu bilas menggunakan selang. Ikuti semua arahan yang berlaku dan gunakan alat pelindung.
  6. Bahan lain yang bisa digunakan untuk membersihkan lumut ialah baking soda. Zat kimia ini terbilang sangat multifungsi, karena tidak hanya berguna di dapur namun juga di WC. Taburkan bubuk baking soda di area yang dipenuhi lumut. Biarkan selama 24 jam lalu sapu sisa kotoran yang ada dan bersihkan.

8. Kaca

Kaca WC ialah bagian yang tidak boleh terlupakan dari keseluruhan proses pembersihan WC. Berikut adalah cara-cara membersihkannya.

  1. Gunakan alat dan bahan seperti pembersih kaca serta lap bersih
  2. Semprotkan pembersih kaca di permukaannya, tunggu beberapa saat lalu lap sampai bersih
  3. Bersihkan kaca sampai ke sudut-sudutnya agar tidak ada kotoran tersisa

9. Pintu (Bahan Fiber, Plastik, Kayu)

Pintu WC juga tidak boleh luput dari pembersihan maksimal. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti:

  1. Tiap selesai mandi, biarkan pintu tetap terbuka agar udara segar dapat mengalir masuk. Hal ini juga bermanfaat supaya WC lebih cepat mengering sehingga pertumbuhan jamur bisa dicegah
  2. Gunakan cairan pembersih kaca guna mengatasi bercak air maupun lapisan sabun di pintu kaca shower. Baca petunjuk pemakaian serta keselamatan di kemasan serta pastikan sirkulasi udara di ruangan tetap lancar
  3. Kita juga bisa membuat sendiri pembersih yang terbuat dari campuran cuka serta air dengan takaran yang sebanding. Oles atau semprot larutan ini di bercak noda, diamkan kira-kira lima menit lalu bilas menggunakan air hangat. Kerak membandel bisa diatasi menggunakan cuka yang langsung dioleskan di permukaannya.
  4. Jika ada jamur menempel, gunakan karbol ataupun produk pembersih jamur kaca dengan kandungan hidrogen peroksida. Produk pembersih dalam bentuk semprotan biasanya akan bisa dengan mudah diseka menggunakan lap bersih.

10. Pipa

Beberapa produk komersial akan dapat membantu kita dalam mengatasi saluran pembuangan yang tersumbat. Produk ini telah dirancang secara khusus agar dapat melonggarkan saluran air.

  1. Tuangkan langsung produk ke saluran yang tersumbat atau mampet, maka lemak serta kotoran di dinding pipa akan dapat dihancurkan agar saluran tidak lagi mampet. Kandungan bahan kimianya juga dapat membunuh bau tidak sedap yang disebabkan oleh kuman
  2. Jika penyumbat tidak langsung hilang pada tuangan pertama, ulangi tanpa menggunakan alat untuk menyodok kotoran yang ada di dalam pipa
  3. Baca serta ikut aturan pemakaian yang terdapat di kemasan produknya. Saran ini tidak hanya berguna untuk keselamatan kita namun juga agar bisa menyesuaikan dengan saluran pembuangan yang tersumbat itu.

11. Gorden

Gorden atau tirai WC merupakan bagian yang tidak boleh luput dari cara membersihkan kamar mandi, terutama apabila WC di rumah menggunakan model bathtub yang dilengkapi gorden khusus. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Benamkan gorden di dalam bak yang telah dicampur deterjen berbuih
  2. Rendam selama semalaman agar kotoran yang menumpuk bisa terangkat. Gosok jamur yang ada di lipatan-lipatan gorden menggunakan sikat gigi yang sudah tidak terpakai
  3. Masukkan tirai dalam mesin cuci lalu jalankan. Cek label perawatan gorden agar kita tahu cara pencucian yang lebih sesuai serta spesifik
  4. Tambahkan cuka sedikit saja ke dalam mesin cuci terutama pada bilasan terakhir, gunanya adalah sebagai desinfektan agar bau bisa menghilang
  5. Khusus untuk tirai yang tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci, bersihkan menggunakan semprotan pembersih lalu seka hingga bersih.
  6. Ganti tirai secara teratur tiap beberapa hari sekali, jangan gunakan tirai yang sama untuk jangka waktu lama agar tidak berjamur dan menimbulkan bau tidak sedap

 

Cara Agar Lantai Kamar Mandi Tidak Licin

WC ialah salah satu bagian rumah yang harus diperhatikan karena bagian ini beresiko membahayakan apabila licin. Orang yang sudah lanjut usia ataupun anak-anak terutama akan sangat beresiko jatuh tergelincir. Bahkan, tidak jarang tergelincir di WC akan menyebabkan kerusakan fisik yang serius. Salah satu cara menanganinya adalah dengan memilih material lantai yang tidak licin. Walau demikian, lantai WC tetap bisa licin karena sering terpapar air serta sabun. Untuk itu, kita harus terapkan cara-cara di bawah ini untuk menjaga agar lantai WC tidak licin dan membahayakan.

1. Bersihkan Kotoran Yang Melekat

Kotoran di WC harus dibersihkan sesering dan sesegera mungkin. Pembersihan rutin perlu dilakukan bahkan walau lantai WC terlihat bersih. Kotoran di tempat lembab ini akan bisa membuat lantai menjadi licin.

2. Gunakan Cairan Pembersih

Bersihkan lantai WC menggunakan cairan pembersih khusus. Pilih cairan yang ditujukan bagi lantai WC. Selain itu, bisa juga menggunakan cairan yang bersifat tidak kasat.

3. Gunakan Air Cuka

Jika kebetulan tidak ada cairan pembersih yang bisa digunakan, kita bisa memakai bahan pembersih alami. Salah satunya adalah air cuka yang dicampurkan dengan air. Aduk lalu gunakan untuk membersihkan lantai. Diamkan sebentar kemudian bilas sampai bersih.

4. Gunakan Garam

Selain cuka, kita juga bisa menggunakan garam agar tidak menjadi licin. Taburkan garam di beberapa area yang licin. Garam akan membantu agar lantai menjadi kesat.

5. Gunakan Karpet Anti Licin

Supaya lantai WC tidak licin, kita bisa membeli beberapa peralatan khusus yang mendukung. Salah satunya adalah karpet anti licin yang ada di pasaran. Pakai karpet ini supaya tidak terpeleset. Letakkan di daera pijakan tempat shower atau di dekat bak.

 

Cara Membasmi Binatang Kecil di WC (Kaki Seribu, Lalat, Kecoa, Belatung, Cacing, Semut, Nyamuk)

Pembersihan WC harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di semua bagian namun juga untuk mengatasi semua masalah. Salah satu di antaranya adalah binatang-binatang kecil yang kerap muncul di lantai dan dinding WC. Di antaranya adalah kaki seribu, kecoa, lalat, cacing, belatung, nyamuk hingga semut. Kehadiran binatang-binatang kecil ini tidak hanya akan membuat jijik pemakai WC namun juga mengurangi keamanan dan kesehatan, karena beberapa di antaranya dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, cara membersihkan kamar mandi harus meliputi pembasmian binatang-binatang kecil ini. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan.

1. Tata Ulang Tempat Sampah

Mulailah pembasmian binatang-binatang ini dengan memperhatikan tempat sampah di luar rumah. Jangan sampai kita biarkan sampah berserakan. Segera sapu sampah yang ada, kumpulkan lalu taruh di tempat tertutup. Aroma tidak sedap dari sampah akan mengundang lalat serta binatang kecil lainnya. Bisa jadi, binatang-binatang kecil ini akan masuk ke dalam WC, terutama karena bagian dalamnya lembab sehingga bisa jadi tempat berkembangbiak.

2. Bersihkan Rumah Secara Menyeluruh

Bukan hanya kebersihan WC, namun kebersihan rumah secara menyeluruh juga penting dan turut mempengaruhi. Pakaian kotor yang digantung, misalnya, akan jadi sarang nyamuk berkembangbiak. Bersihkan rumah dari pakaian kotor, terutama yang sering dipakai untuk basah-basahan atau menyentuh air. Kain lembab ini akan mengeluarkan aroma yang sangat disukai serangga.

3. Matikan Lampu

Biasakan untuk mematikan lampu WC saat sedang tidak digunakan. Selain bisa menghemat listrik, cara ini juga bisa mencegah serangga tak diundang untuk datang. Serangga akan tertarik mendekat dan mungkin tinggal di dalam ruangan yang lampunya menyala. Pada malam hari, cukup nyalakan lampu yang ada di luar rumah seperti di taman agar serangga tertarik mendekatinya.

4. Garam

Bumbu dapur satu ini sangat ampuh untuk mengusir serangga. Terapkan air garam untuk menyemprot area yang seringkali didatangi serangga seperti tempat sampah. Gunakan pula air garam untuk mengepel lantai dan mengelap meja.

5. Minyak Atsiri

Minyak atsiri ialah aroma alami yang dikeluarkan tumbuhan tertentu serta dapat mengusir serangga. Bahan-bahan yang mengandung minyak atsiri di antaranya adalah bawang merah, bawang putih, serai, seledri dan masih banyak lagi. Semuanya tergolong bumbu dapur yang mudah didapat, bahkan pasti ada di rumah tiap orang. Tempatkan bahan-bahan ini di lokasi yang sering didatangi serangga maupun hewan pengganggu lainnya.

6. Maksimalkan Perlindungan Rumah

Proteksi tambahan rumah dari serangga bisa dilakukan dengan pemasangan jaring kawat di tiap ventilasi maupun lubang apa saja yang disinyalir menjadi jalan keluar masuk serangga. Tutup pintu rumah pada malam hari agar serangga yang aktif tidak masuk ke dalam rumah.

7. Gunakan Kapur

Sekarang ini sudah banyak produk kapur anti serangga. Fungsi utamanya ialah mengamankan makanan dari semut, kecoa serta serangga kecil lainnya. Jika diperlukan, kapur ajaib ini juga dapat digunakan di WC, terutama di dindingnya. Tulis garis batas menggunakan kapur sehingga serangga tidak akan bisa melintasinya. Kapur ini tidak cocok untuk lantai WC karena pasti akan terkena air sehingga memudar dan menghilang.

8. Gunakan Insektisida

Pada kasus gangguan serangga yang terbilang parah, kita bisa pertimbangkan untuk menggunakan obat pembasmi serangga khusus atau insektisida. Salah satu contohnya adalah semprotan anti nyamuk. Cara ini bisa dibilang adalah yang termudah serta tidak butuh waktu lama dalam penggunaannya. Semprotkan obat dan diamkan beberapa saat agar ruangan yang hendak ditempat bebas dari serangga.

 

Cara Menghilangkan Bau Kamar Mandi (Bau Asap Rokok, Tikus, Saluran Air, Jengkol Dll)

Salah satu masalah yang kerap dialami ialah WC berbau tidak sedap. Campuran aneka produk kesehatan serta kecantikan di dalam WC seperti sabun, shampo, krim pencukur dan lain-lain akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Apabila kita termasuk yang bermasalah dengan adanya bau ini, maka berikut adalah beberapa cara mengatasinya.

1. Ventilasi

WC harus selalu dipastikan memiliki ventilasi cukup. Apabila ada jendela kecil yang dapat dibuka, maka bukalah secara teratur supaya udara segar dapat masuk ke dalam ruangan. Sirkulasi udara yang sehat akan membuat WC tidak lembab sehingga terhindar dari bau.

2. Pewangi Ruangan

Cara mudah mengatasi bau di dalam WC ialah dengan cara memasang produk pewangi ruangan. Jangan memakai pewangi dengan bau menyengat, namun pilihlah produk yang berbau alami serta segar, misalnya eucalyptus serta aqua. Tempatkan di wadah sabun yang menggantung.

3. Bersihkan Teratur

Memasang pewangi saja belumlah cukup. Kita masih harus membersihkan WC dengan teratur. Walau sudah memiliki ventilasi yang baik, akan tetapi apabila WC tidak rutin dibersihkan, maka WC akan tetap berbau.

4. Baking Soda

Bau tidak sedap dari toilet sebenarnya dapat diatasi dengan mudah. Siram toilet menggunakan air, lalu tuang secangkir baking soda ke dalamnya. Tutup dudukan toilet sebentar dan siram satu jam kemudian.

5. Lilin Aroma Terapi

Lilin aroma terapi yang dinyalakan di WC akan dapat mengusir bau tidak sedap. Cara ini sangat mudah dilakukan. Kita bisa menyalakannya sembari mandi guna menetralisir bau tidak sedap.

6. Jaga Supaya Ruangan Tetap Dalam Keadaan Kering

Salah satu sumber bau di WC ialah lantai serta dinding yang lembab. Jagalah agar WC selalu dalam keadaan kering. Biarkan pintunya terbuka dan lap bagian shower.

7. Gunakan Cuka

Bau di WC bisa diredam menggunakan cuka. Teteskan cuka putih di selembar handuk, lalu kibas-kibaskan. Bau tidak sedap terutama bau rokok akan terserap sehingga tidak lagi mengganggu kita lagi.

 

Tips Kamar Mandi Agar Tetap Bersih

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan agar pembersihan WC bisa berlangsung maksimal dan selalu dalam keadaan bersih.

1. Bersihkan Dengan Performa Paling Bersih

Bersihkan WC hingga ke sudut-sudut yang sulit dijangkau seperti langit-langit, sisi bawah sudut-sudut lantai dan bagian-bagian tersembunyi lainnya. Jangan hanya fokus pada lantai dan dinding namun juga pintu kabinet, toilet, cermin, wastafel dan lain-lain.

2. Selalu Jaga Kebersihan

Supaya WC tidak lekas kotor, kita yang menggunakannya juga harus menjaga kebersihan. Periksa apakah ada sisa-sisa shampo atau sabun yang belum tersiram. Jika ada, segera bersihkan saat itu juga, jangan menunda sampai waktunya membersihkan WC. Jika perlu, sikat lantai sehabis beraktivitas di dalam WC agar lantainya selalu dalam keadaan bersih dan kesat.

3. Simpan Lagi Semua Peralatan Mandi

Setelah selesai digunakan, simpan kembali semua peralatan mandi ke tempat semula. Hal ini termasuk dalam salah satu cara menjaga kebersihan. Botol sabun, shampo dan pasta gigi yang lupa ditutup akan bisa tumpah dan membuat lantai menjadi licin.

4. Usahakan Lantai Shower Kering

Jika di WC ada area basah dan area kering, segera keringkan lantai shower setelah mandi. Perhatikan juga area yang sering basah karena embun.

5. Perhatikan Wastafel dan Lubang Saluran Air

Rajin-rajinlah keringkan wastafel basah terutama setelah kita mencuci muka. Bagian lain yang harus diperhatikan ialah lubang saluran air yang kerap tertutup rambut dan membuat air menggenang lebih lama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *