Category Archives: Makanan

Cara Mencincang Bawang Putih Dengan Cepat dan Mudah

Bawang putih atau Allium Sativum adalah salah satu dari sekian banyak jenis rempah-rempahan yang kerap digunakan sebagai salah satu bumbu untuk memasak. Aromanya yang kuat memberikan kesan tersendiri saat menggunakan. Sensasi rasa pedas juga membuat masakan menjadi lebih nikmat. Sementara sebagian lainnya lagi memilih untuk dijadikan acar dan juga menggunakannya sebagai taburan ke dalam makanan berkuah.

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari bawang ini, belum lagi kandungan nutrisi di dalamnya, membuat banyak orang yang memilih menggunakannya sebagai alternatif pengobatan herbal. Kolesterol, hipertensi, risiko penyakit jantung, menurunkan risiko kanker hingga menjaga kesehatan otak merupakan sebagian kecil dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah dan diobati oleh umbi ini. Tak heran banyak yang mempraktekkan cara mencincang bawang putih.

 

Cara Mencincang Bawang Putih

Ternyata mencincang bawang putih bukanlah hal yang mudah terlebih bagi mereka yang tidak terbiasa memasak. Bisa-bisa jari Anda juga ikut teriris saat melakukannya. Ada beberapa tehnik yang bisa Anda pilih, seperti berikut ini;

Yang pertama dan bisa membantu Anda menyelesaikan pekerjaan memasak menjadi lebih cepat dan mudah adalah dengan menggunakan alat seperti gambar di bawah ini:

Juga bisa menggunakan beberapa trik manual seperti di bawah ini

Pertama

–     Kupas kemudian letakkan di atas talenan.

  • Letakkan di bawah pisau dengan posisi mendataa3r kemudian tekan hingga remuk namun tidak membuatnya terlalu hancur.
  • Selanjutnya cincang hingga halus dengan menekan bagian ujung atas pisau sementara bagian belakang pisau bergerak menghancurkan bawang.

Kedua

  • Pisahkan dari bonggolnya, kemudian buang bagian pangkalnya yang keras.
  • Letakkan di atas talenan kemudian geprek menggunakan pisau dengan posisi mendatar.
  • Jangan tekan terlalu keras, agar tidak bersatu dengan kulitnya.
  • Selanjutnya pisahkan kulitnya kemudian cincang.

Ketiga

  • Kupas, kemudian bagi menjadi dua bagian dengan melintang.
  • Letakkan pada talenan dengan posisi bagian datarnya dibawah. Ini memudahkan proses pengirisan karena tidak akan mudah bergerak.
  • Iris tipis kemudian cincang hingga halus. Tehnik ini bisa digunakan saat Anda ingin membuat bawang goreng sebagai taburan atau bagian dari kacang bawang.

 

Cara Mengupas Bawang Putih

Berikutnya adalah cara mengupas bawang agar mudah saat digunakan. Ada beberapa trik yang bisa digunakan, seperti di bawah ini;

  • Jika Anda membeli dalam jumlah yang cukup banyak, pastinya akan kehabisan banyak waktu hanya untuk mengupasnya. Maka trik ini sebaiknya Anda gunakan. Sediakan toples atau wadah yang berukuran sedang kemudian masukkan yang telah dipisahkan satu persatu dari bongolnya. Tutup toples dan kocok dengan kuat selama kurang lebih 20 detik. Benturan yang kuat akan menyebabkan kulit terlepas dari bawangnya.
  • Langkah kedua yang bisa Anda coba adalah dengan merendam didalam air panas selama kurang lebih 5 menit. Ini akan membuat Anda lebih mudah mengupas kulitnya. Hanya saja sebaiknya Anda segera menggunakannya jika tidak akan menjadi lebih cepat busuk karena telah terkena air.
  • Tehnik selanjutnya agar mengupas menjadi lebih mudah adalah dengan menggunakan kain. Letakkan di atas kain bersih yang telah dibentangkan, ukurannya bisa saja sebesar lap yang biasa digunakan di dapur, Kemudian bungkus dan ikat bagian atas kain dengan karet gelang. Selanjutnya gosok-gosok kain tadi dengan menggunakan tangan. Anda bisa merasakan kulit bawang terkelupas dengan sendirinya.

Cara Menyimpan Bawang Putih Supaya Awet

Bawang putih cenderung lebih awet bila dibandingkan dengan bawang merah. Ini dikarenakan kadar air pada keduanya memang berbeda. Dan agar lebih awet, maka tips terbaiknya adalah;

  • Pastikan tidak membeli yang sudah tumbuh kecambah/batang kecil dibagian ujungnya.
  • Jangan menyimpan di dalam plastik atau wadah yang kedap udara, hal ini hanya akan mempermudah tunasnya menjadi lebih cepat tumbuh. Begitu juga dengan timbulnya jamur yang akan membuat menjadi lebih cepat busuk.
  • Jika tidak digunakan, biarkan dalam bentuk bonggolnya dan tidak dipisah-pisahkan. Dalam kondisi utuh seperti itu, akan membuat jauh lebih awet bila dibandingkan dengan kondisi yang sudah dipisah-pisah.
  • Letakkan pada suhu ruangan, kering dan gelap. Hindari cahaya yang berlebihan dan jauhkan dari udara lembab agar tidak menjadi cepat busuk. Lebih baik lagi jika Anda menyimpannya di dalam tas jaring atau kantung kertas.
  • Ingin lebih praktis dan menghemat waktu saat memasaknya. Anda bisa mengupas seluruhnya, kemudian simpan didalam wadah kedap udara dan diletakkan di lemari es. Ambil seperlunya saat Anda akan menggunakannya.
  • Lebih menghemat waktu lagi saat memasaknya, setelah dikupas, cincang atau haluskan baru kemudian diletakkan di wadah kedap udara dan simpan di lemari pendingin.
  • Tehnik selanjutnya adalah dengan diawetkan menggunakan cuka. Caranya, letakkan yang telah dikupas ke dalam toples atau wadah kaca yang telah diberi cuka. Tambahkan sedikit garam dan tutup toples dengan rapat.

Simpan toples di tempat yang kering dan gelap dan biarkan hingga 3 minggu lamanya. Setelah itu, pindahkan ke dalam botol kaca lain dengan penutup gabus kemudian simpan di dalam lemari es dan gunakan bila perlu.

Simak video di bawah ini bagaimana cara agar bawang awet disimpan

 

Cara Mengolah Bawang Putih Agar Enak Dimakan

Banyak cara untuk menikmati bawang putih, jika beberapa orang mengonsumsinya dalam keadaan mentah mungkin tidak dengan Anda. Lantas bagaimana agar menjadi enak untuk dimakan, ini dia tipsnya;

  • Acar

Ganti acar yang biasa Anda konsumsi dengan menggunakan acar yang satu ini. Namun sebaiknya Anda menggunakan bawang putih tunggal untuk mendapatkan rasa dan khasiat yang lebih baik. Anda bisa mendapatkan acar ini dengan mudah di supermarket namun membuatnya sendiri juga ternyata cukup mudah.

Langkah yang pertama untuk membuat acar adalah dengan mencampur yang telah dikupas dengan garam, setelah diaduk rata simpan di dalam toples dan tutup rapat. Kemudian masak air dengan gula putih, aduk hingga larut tambahkan cuka kemudian biarkan dingin.

Setelah larutan air, gula dan cuka dingin tuang ke dalam toples berisi bawang dan tutup kembali toples dengan rapat dan biarkan setidaknya 2 hingga 3 hari agar acar menjadi enak untuk dikonsumsi. Acar bisa dikonsumsi begitu saja atau dicampur dengan makanan kesukaan Anda lainnya.

  • Panggang

Tips lain menikmati agar enak dimakan adalah dengan proses dipanggang. Proses membuatnya juga tidak sulit. Anda cukup memanggang bawang putih bersama kulitnya selama kurang lebih 3 menit. Setelah itu kupas kulit dan makan begitu saja atau dicampur dengan makanan lainnya.

Tidak hanya sedap dimakan, setelah proses panggang, umbi ini juga memberi banyak manfaat, seperti memulihkan kondisi tubuh, mampu melawan bakteri, radikal bebas dan yang lainnya. Sama halnya seperti manfaat yang didapat bila dikonsumsi dalam keadaan mentah.

 

Cara Membuat Bawang Putih Serbuk

Bawang putih yang kerap digunakan sebagai obat juga bisa dibuat dalam bentuk serbuk agar lebih mudah lagi saat dikonsumsi dan tentunya agar lebih awet dan bisa disimpan dalam waktuyang cukup lama di dalam toples. Adapun membuatnya agar menjadi serbuk adalah dengan

  • Pilih yang berkualitas baik dengan kulit yang masih menempel dengan baik.
  • Kupas dan iris tipis atau sesuai cara mencincangnya. Tujuannya agar proses pengeringan menjadi lebih cepat. Jangan cuci atau membiarkannya terkena air karena akan membuatnya lebih cepat busuk serta menambah kadar airnya.
  • Taruh irisan di atas nampan dan jemur hingga kering. Proses penjemuran dengan sinar matahari langsung ada banyak manfaat, yaitu agar aroma tetap terjaga serta menghambat tumbuhnya mikroorganisme.

Proses pengeringan ini sebaiknya dilakukan dalam waktu satu hari di bawah terik sinar matahari langsung. Lain halnya jika Anda melakukan proses pengeringan melalui microwave, karena kadar air serta aromanya biasanya akan hilang dan beratnya pun menyusut dengan banyak.

  • Setelah benar-benar kering, lanjutnya dengan proses penumbukan dengan menggunakan blender.
  • Saring bawang yang telah di blender menggunakan saringan kawat dengan lubang yang halus.
  • Terakhir, simpan dalam toples kaca yang kedap udara serta benar-benar kering dan bersih agar tidak mudah rusak dan bisa awet hingga lebih dari 3 bulan lamanya dan letakkan toples pada suhu ruangan.

 

Cara Membuat Bawang Putih Bacem

Baceman bawang, begitu biasa proses ini disebut. Biasanya baceman ini ditemukan dalam berbagai hidangan chinese food. Di mana setiap aroma dan rasa yang dihadirkan selalu meninggalkan kesan tersendiri dan berikut ini cara membuatnya;

Bahan-bahan;

  • 25 siung bawang putih
  • 1 buah kemiri
  • Minyak goreng secukupnya

Cara membuat;

  • Kupas dan cuci kemudian keringkan hingga benar-benar kering kemudian cincang halus atau dihancurkan dengan menggunakan ulekan.
  • Haluskan kemiri dan campurkan dengan bawang putih tadi.
  • Langkah selanjutnya masukkan kedua bahan tadi ke dalam toples kaca.
  • Masukkan minyak goreng ke dalam toples yang berisi campuran kemiri dan bawang hingga tertutup permukaannya.
  • Kemudian tutup rapat toples hingga tidak udara tidak mudah masuk serta tidak terkontaminasi bakteri.
  • Simpan toples pada suhu ruangan selama kurang lebih 24 jam agar terjadi fermentasi.
  • Baceman sudah bisa digunakan untuk berbagai masakan.

Baceman ini sebaiknya tidak dibuat dalam jumlah yang banyak. Buat secukupnya baru kembali dibuat jika bahan sudah habis. Semakin lama disimpan, baceman akan semakin enak.

Saran lainnya agar baceman lebih awet dan enak, dimpan pada suhu ruangan untuk satu minggu pertama setelah pembuatannya. Setelah itu baru dimasukkan ke lemari pendingin. Pastikan untuk tidak menggunakan sendok basah saat mengambilnya agar baceman tetap awet dan tidak berjamur.

 

Cara Menggunakan Bawang Putih untuk Ikan Koi

Tidak saja berguna untuk manusia, ternyata bawang putih juga berguna untuk ikan Koi. Rahasianya terdapat pada salah satu kandungan yang terdapat di dalamnya, yaitu Allicin.

Tidak saja bisa membunuh kuman dan bakteri yang berpotensi, mematikan ikan koi. Kandungan savitine-nya juga bisa membantu pertumbuhan jaringan dan sel ikan koi. Yang lebih dahsyat, pemberian bawang ini juga mampu memberikan umur yang lebih panjang. Lantas bagaimana cara pemberiannya, ini dia tipsnya;

  1. Kupas dan haluskan dengan blender dengan perbandingan 100ml air untuk 50 gram bawang.
  2. Saring dan ambil airnya saja.
  3. Semprotkan air bawang tadi pada pakan yang akan diberikan pada ikan secara merata. Biarkan sebentar hingga meresap.
  4. Berikan pakan tersebut satu kali dalam seminggu untuk tindakan pencegahan, sementara jika ikan dalam keadaan sakit, pemberian pakan tersebut bisa diberikan dua kali dalam satu minggu.

 

Cara Menggoreng Bawang Putih Agar Renyah

Kini saatnya Anda mengetahui trik lain agar bisa menikmati bawang putih yang renyah setelah digoreng.

  1. Masukkan minyak dalam wajan dengan menggunakan api kecil. Pastikan semua permukaan wajan terkena minyak.
  2. Jangan menunggu minyak terlalu panas lalu masukkan bawang yang telah dicincang atau diiris tipis.
  3. Diamkan beberapa saat hingga minyak terlihat panas baru kemudian goreng hingga harum.
  4. Jangan goreng terlalu lama karena akan membuatnya gosong, setelah terlihat kuning keemaasan segara angkat dan tiriskan.
  5. Setelah minyak tiris, taruh di dalam toples kedap udara agar tetap renyah.

 

Cara Membedakan Bawang Putih Organik dan Non Organik

Saat ini, proses menanam sayuran secara organik memang kerap dipilih. Banyak kelebihan yang bisa didapat bila mengonsumsi sayuran yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia. Namun untuk membedakan bawang putih yang organik dan non organik juga sebetulnya cenderung sulit. Karena secara fisik tidak terdapat perbedaan yang menonjol.

Anda harus mencicipinya terlebih dahulu baru bisa menemukan perbedaanya. Dimana yang organik teksturnya lebih kering dan aromanya jauh lebih tajam. Sementara untuk harga, sama halnya dengan jenis sayuran lainnya, yang organik juga lebih mahal bila dibandingkan dengan yang non organik.

 

Cara Makan Bawang Putih Agar Tidak Pedas

Rasa pedas adalah ciri khas yang didapat dari bawang putih bila dikonsumsi dalam keadaan mentah dan tidak semua suka akan rasa tersebut. Untuk menyiasati, Anda bisa mengolah agar tidak pedas saat dimakan. Beberapa ide ini mungkin bisa Anda gunakan;

  1. Tumis

Proses menumis sayuran dengan memasukkan bawang putih adalah yang paling mudah. Cincang beberapa siung, kemudian tumis menggunakan sedikit minyak baru masukkan sayuran yang sudah Anda bersihkan sebelumnya. Selanjutnya Anda tinggal menambahkan aneka bumbu yang sesuai dengan selera. Rasa pedas tidak akan terasa lagi setelah proses ini selesai.

  1. Minuman

Ide lain yang bisa Anda praktikkan adalah, mengolahnya menjadi minuman. Siapkan 5 siung kemudian parut. Campurkan ke dalam 3 gelas airyang sudah ditaruh di dalam panci. Kemudian masak air hingga mendidih namun pastikan panci tertutup dengan baik agar aromanya tidak hilang.

Setelah mendidih, tuang air rebusan ke dalam gelas dengan menggunakan saringan, kemudian tambahkan 2 sendok makan madu dan perasan lemon. Nikmati selagi hangat dan rasakan khasiatnya.

 

Dari cara mencincang bawang putih hingga berbagai macam cara yang berkaitan dengan bawang putih telah dipaparkan. Ternyata begitu banyak manfaat dari yang bisa diambil dari tanaman ini ya! Semoga bermanfaat!

Cara Mengukur Suhu Makanan Yang Benar

Makanan merupakan salah satu komponen terpenting dalam kehidupan. Tentunya karena kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh ada didalamnya sehingga dengan makanan segala bentuk kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi.

Namun rupanya, masalah kualitas bahan makanan pun menjadi penentu apakah masih dikatakan layak untuk dikonsumsi atau tidak. Hal ini sangat berhubungan dengan kandungan gizi pada suatu bahan pangan setelah melalui berbagai proses pengolahan, termasuk pada pen-sortir-an, penyimpanan dan pada saat pematangan.

Maka dari itu cukup penting juga untuk menjaga temperatur pangan pada standarnya agar dapat mempertahankan kualitas gizi yang terkandung. Menjaga dan mengatur temperatur bahan dapat dilakukan dengan cara mengukur suhu makanan dan memantau selama proses pengolahan ataupun penyimpanan.

Jika sebelumnya mungkin istilah termometer hanya identik dengan pengukur temperatur tubuh, ternyata adapula termometer mengukur temperatur pangan. Akan tetapi tidak sedikit yang masih belum paham bagaimana mengukur suhu yang baik dan benar.

 

Macam Thermometer Masak

Sebagaimana termometer pada umumnya, termometer masak pun memiliki beberapa jenis dengan kegunaan dan cara pakai masing-masing. Berikut adalah jenis-jenis termometer masak.

  • Termometer Tusuk

Termometer tusuk merupakan pengukur temperatur pangan yang memiliki bentuk seperti obeng, dengan jarum panjang yang terbuat dari stainless. Sebagaimana namanya, penggunaan termometer masak yang satu ini pun dengan menusukkan bagian ujung termometer pada bagian beberapa jenis pangan seperti daging atau roti.

Bagian ujung stainless memang sengaja dibuat tajam. Hal ini bertujuan agar alat pengukur temperatur pangan menjadi lebih mudah ditusukkan dan menancap pada pangan yang hendak diukur temperaturnya.

Lebih detailnya, cara mengukur suhu makanan menggunakan termometer ini adalah menekan tombol on/off yang ada pada bagian termometer. Terdapat dua macam dari termometer tusuk, yaitu versi digital, dimana akan secara otomatis menunjukkan angka versi digital, kemudian akan secara otomatis pula mati apabila tidak digunakan lebih dari 15 menit. Kemudian terdapat pula termometer masak manual yang pada alatnya memiliki indikator skala penunjuk manual.

  • Termometer Celup

Apabila dilihat sekilas dari bentuknya, tampilannya memang mirip dengan model tusuk. Hanya saja, jika model tusuk diperuntukkan bagi bahan pangan padat,  maka termometer celup ini digunakan khusus untuk mengecek temperatur air yang akan digunakan untuk masakan seperti air panas, sup, dan penganan lainnya yang berbentuk cairan.

Cara mengukur suhu makanan menggunakannya terbilang mudah. Anda hanya perlu mencelupkannya ke dalam air, kemudian tunggu beberapa saat hingga suhu air pun muncul pada layar. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah hindari mencelupkan terlalu dalam apalagi sampai ke dasar panci,  hal tersebut hanya akan membuat hitungan temperatur menjadi tidak akurat atau terlalu panas. Seperti hal nya termo tusuk, termo celup ini pun memiliki versi manual dengan indikator skala penunjuk yang manual juga.

  • Termometer Tembak

Dari namanya saja sudah pasti termometer yang satu ini memiliki bentuk yang mirip dengan pistol. Dengan cara menekan tombol yang ada, termometer ditembakkan ke objek pangan dengan laser inframerah yang akan keluar dari termometer tersebut, kemudian temperatur pun akan langsung tertera pada layar indikator.

Walaupun cara penggunaan yang demikian, tidak dianjurkan menggunakan termometer tembak langsung pada masakan yang berada diatas kompor, ataupun yang berada pada posisi ditengah pusat api. Hal ini hanya akan menyebabkan temperatur pangan yang terdeksi akan terlalu tinggi dan tentunya menjadi tidak akurat.

Kepraktisan yang ditawarkan menjadi salah satu keunggulan tersendiri. Karena Anda tidak perlu repot-repot harus menyentuh langsung masakan untuk mengetahui apakah temperatur pangan dalam keadaan baik atau tidak. Selain itu, termometer ini pun serbaguna karena dapat digunakan pada semua jenis dan bentuk pangan sehingga sangat praktis

 

Mengapa perlu mengukur temperatur masakan dan bahan pangan?

Salah satu pemicu datangnya penyakit adalah dari makanan yang terkontaminasi bakteri. Karena bakteri dapat berkembang biak pada pangan dalam temperatur tertentu, maka sangat diperlukan untuk tetap menjaga kualitas bahan agar tidak memicu perkembangbiakan bakteri pada bahan pangan.

Kualitas bahan pangan yang rusak akibat proses pengelolaan bahan pangan yang tidak terkontrol, tentunya menjadi tidak layak untuk dikonsumsi. Itulah sangat dianjurkan untuk memantau dan mengontrol temperatur sebagai salah satu upaya mempertahankan kualitas, utamanya pada saat penyimpanan dan dengan cara mengukur yang tepat.

Jika temperatur dibiarkan seenaknya dan berada pada temperatur yang tidak sesuai untuk suatu bahan pangan, maka bakteri akan dengan cepat berkembang dan akan mempercepat pula terjadinya pembusukan, mudah basi, pangan berjamur dan lain sebagainya.

Begitu pun dengan saat pengolahan, apabila bahan pangan diolah pada temperatur yang pas dan sesuai standar, maka dapat dipastikan kualitas masakan tidak rusak. Sehingga tidak akan menghilangkan kandungan gizi yang ada.

Apabila kandungan gizi pada bahan pangan hilang, dapat dikatakan kita hanya akan mengkonsumsi hampasnya. Bukannya menambah nutrisi, malah mendatangkan beberapa kandungan tidak baik bagi tubuh.

Sebagai salah satu peran utama dalam kualitas kelayakan pangan, temperatur masakan dan bahan pangan pun tentunya menjadi salah satu standar wajib dalam Good Manufacturing Practice (GMP) atau sistem yang digunakan untuk memastikan suatu produk konsisten pada standar yang ditentukan dengan tujuan meminimalisir resiko buruk pada produk. Yang dimana GMP sendiri merupakan acuan dasar dalam perizinan untuk membuka suatu usaha dalam bidang makanan.

 

Manfaat Mengukur Suhu Makanan

Adapun manfaat mengukur suhu makanan apabila disesuaikan dengan  uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa menjaga temperatur dengan cara mengukur dengan baik dan benar memiliki beberapa manfaat, seperti fakta menjaga kualitas masakan atupun bahan pangan, kemudian dapat mempertahankan kandungan gizi pada suatu bahan pangan.

Kemudian, pengukuran temperatur yang tepat dapat membuat bahan pangan atau masakan menjadi terkontrol sehingga dapat memperpanjang masa penyimpanan dengan kata lain bahan pangan dan masukan dapat bertahan lama.

Selain itu, mengukur suhu pangan dapat menghasilkan masakan yang sesuai dengan keinginan. Sebagai contoh saat hendak membuat suatu resep yang didapatkan dari internet atau media elektronik lain, biasanya selalu ada penganjuran untuk merebus, menggoreng ataupun memanggang suatu masakan pada temperatur tertentu agar dapat menghasilkan cita rasa masakan yang baik karena dimasak pada temperatur yang tepat.

Cara Mengukur Suhu Makanan

Cara mengukur yang tepat dilakukan sesuai dengan kebutuhan tentunya, misalkan jika Anda ingin mengukur temperatur bahan pangan semacam daging, maka perlu menggunakan termometer tusuk, namun jika semacam temperatur air mendidih untuk merebus suatu bahan pangan maka dapat menggunakan termometer celup, namun jika ingin lebih praktis dan mencakup hampir seluruh jenis bahan pangan tanpa alat uang berbeda-beda, maka dapat menggunakan termometer tembak.

Berbicara soal penyimpanan bahan pangan, setiap bahan pangan memiliki standar temperatur yang berbeda, baik itu basah atau kering, dalam keadaan yang mentah, setengah matang ataupun sudah matang. Berikut beberapa bahan pangan dengan temperatur penyimpanan yang sesuai standar.

Makanan basah

Segala bentuk jenis makanan yang tergolong pada bahan pangan segar harus disimpan pada tempat penyimpanan dengan temperatur 0°C hingga 15°C tergantung pada penggolongan jenis bahan pangan segar. Penyimpanan bahan pangan digolongkan menjadi temperatur penyimpanan sejuk (cooling) 10°C–15°C, temperatur penyimpanan dingin (chilling) 4°C–10°C, dan temperatur penyimpanan dingin sekali (freezing) yaitu pada temperatur 0°C–4°C.

– Makanan kering

Disimpan pada temperatur ruang dan harus simpan pada rak dengan ketinggian rak terbawah berada pada jarak 15 cm hingga 25 cm diatas lantai. Temperatur ruang atau gudang yang digunakan untuk menyimpan bahan pangan kering dan kaleng harus tetap terjaga pada temperatur kurang dari 22°C.

– Makanan matang

Masakan yang disajikan dalam keadaan panas harus tetap disimpan dalam temperatur diatas 60°C dan untuk masakan yang disajikan dalam keadaan dingin harus disimpan dalam temperatur dibawah 4°C

– Kopi

Disimpan pada temperatur ruang yang tidak terlalu panas tapi tidak terlalu dingin, tidak lembab dan tidak terkena sinar matahari.

– Ikan

disimpan pada temperatur -19°C hingga 0°C untuk penyimpanan 3 sampai lebih dari satu minggu.

– Telur

Disimpan pada temperatur -5°C sampai 7°C untuk penyimpanan 3 hari hingga satu minggu.

– Beras

Disimpan pada temperatur kamar yaitu 25°C

– Wortel

Disimpan untuk jangka waktu paling lama satu minggu pada temperatur 7°C sampai 10°C.

– Udang

Sama seperti ikan yaitu disimpan pada temperatur -19°C hingga 0°C untuk penyimpanan 3 sampai lebih dari satu minggu.

– Tomat

Penyimpanan maksimal yaitu selama 1 minggu dan harus disimpan pada temperatur 7°C hingga 10°.

– Sayuran

Jenis sayuran dengan waktu penyimpanan paling lama 1 minggu harus disimpan dengan temperatur 7°C sampai 10°C.

– Sirup

Minuman dengan waktu penyimpanan paling lama 1 minggu diaimpan pada temperatur 7°C sampai 10°C.

– Susu Segar

Disimpannpada temperatur -5°C sampai 7°C untuk penyimpanan 3 hari sampai satu minggu.

– Roti

Disimpan pada temperatur ruang 20°C untuk penyimpanan tidak lebih dari dua hari, namun jika untuk penyimpanan cukup lama maka harus di bekukan.

– Nugget

Karena tergolong pangan berprotein mudah rusak untuk jangka waktu sampai 24 jam harus disimpan pada temperatur <0°C sampai 4°C.

– Nasi

Nasi yang sudah tidak panas dapat langsung dimasukkan ke dalam lemari pendingin, kemudian baru dipanaskan saat akan dikonsumsi kembali, dengan syarat nasi tidak boleh dipanaskan lebih dari 1 kali.

– Mie

Apabila dalam bentuk kemasan kering maka harus disimpan dalam temperatur ruang, namun jika dalam keadaan basah maka harus disimpan pada lemari es.

– Minyak Goreng

Tergolong bahan pangan kering, dengan temperatur ruang sebagai penyimpanan terbaik.

– Madu

Disimpan pada suhu 7°C sampai 10°C.

– Keju

Jenis olahan susu disimpan pada temperatur -5°C hingga 7°C untuk penyimpanan selama 3 smpai 7 hari.

– Jus

Disimpan pada temperatur  paling maksimal 10°C dengan masa simpan tidak lebih dari 24 jam.

– Ice Cream

Disimpan pada suhu -15°C sebagai temperatur terbaik.

– Frozen Food

Disimpan pada temperatur <0°C hingga 4°C.

– Daging Ayam

Disimpan pada temperatur -19°C hingga 0°C untuk penyimpanan 3 sampai lebih dari satu minggu.

– Daging Sapi

Sama dengan daging ayam  dan hewani lainnya yaitu pada temperatur -19°C hingga 0°C untuk penyimpanan 3 sampai lebih dari satu minggu.

– Buah Pisang

Lebih baik disimpan pada temperatur ruang dengan tidak disimpan pada kantung plastik. Karena dapat membuat pisang menjadi lembab dan mudah busuk.

–  Bakso

Disimpan pada penyimpanan dingin sekali (freezing) dengan suhu <0°C– 4°C.

– Benih

Harus disimpan pada temperatur 2°C hingga 5°C.

– Buah-buahan

Temperatur kulkas paling baik untuk menyimpan buah adalah 2,7°C hingga 7°C.

Sedikit tambahan pengetahuan, selain bahan pangan diatas, berikut  beberapa barang yang umum dijumlai atau bahkan sering berada dirumah beserta temperatur penyimpanan yang baik.

– Vaksin

Mungkin Anda cukup penasaran dengan yang satu ini karena vaksin sangat mudah dijumpai saat imunisasi atau dalam rangkaian keperluan tertentu. Menurut Permenkes Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi,  jenis vaksin tidak boleh beku harus disimpan pada temperatur 2°C hingga 8°C, dan vaksin sensitif panas harus disimpan pada temperatur -15°C hingga 25°C.

Dan beberapa jenis vaksin lain seperti vaksin polio pada temperatur dibawah 0°C. Dimana terdapat lemari es dan freeze sebagai cold chain atau rantai dingin. Yang paling umum untuk penyimpanan vaksin tidak boleh terpapar sinar matahari langsung.

– Obat

Suhu penyimpanan obat sendiri dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu Penyimpanan suhu beku (-20° dan -10° C) yang umumnya digunakan untuk menyimpan vaksin, Penyimpanan suhu dingin (2° – 8° C), Penyimpanan suhu sejuk (8° – 15° C), dan Penyimpanan suhu kamar (15° – 30° C). Tergantung pada jenis obat-obatan tersebut.

– Vitamin C

Vitamin C paling baik disimpan pada suhu ruangan, yang jauh dari cahaya langsung dan tempat yang lembap, serta jangan dibekukan. Setiap merek dan jenis vitamin C memiliki standar penyimpanan yang berbeda, maka perlu memerhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau lebih baik  tanyakan pada apoteker Anda.

– Insulin

Harus disimpan  dalam kulkas dengan suhu antara 2-8 derajat celsius. Tidak boleh beku atau dekat dengan kompartemen freezer, karena insulin yang sudah buka tidak bisa digunakan lagi meskipun sudah dicairkan.

– Darah

Darah utuh/lengkap dan keping darah disimpan dalam suhu antara 20°C dan 24°C dengan alat simpan yang disebut petelet inkubator darah. Sedangkan sel darah merah disimpan di suhu antara 2°C dan 6°C. Dan Plasma darah disimpan pada suhu 25°C.

– ASI

Lama simpan ASI tergantung pada temperatur tempat penyimpanannya, pada 25°C akan tahan selama 6 jam, pada kotak pendingin yang ditambah kantung es akan tahan hingga 24 jam, 4°C akan tahan hingga 5 hari, dan -18°C akan tahan hingga 6 bulan.

Perlu dilakukan pengecekan melalui cara mengukur suhu makanan atau barang lain untuk tetap mempertahankan kualitas dari bahan pangan ataupun barang tertentu. Penjagaan dan pemeriksaan berkala akan membuat bahan menjadi dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dengan tetap tidak mengurangi kualitas gizi maupun kandungan lain yang ada didalamnya.

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar tidak ada lagi bahan yang terbuang meskipun baru menyimpan sebentar karena temperatur penyimpanan yang tidak tepat.